Senin, Juli 28, 2014
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks Ltd.

Sekilas Tentang Cacar Air atau Varicela atau juga Chicken Pox

cacar-air-dalam PKU JOGJA : Cacar air atau varicella atau chicken pox adalah penyakit menular yang disebabkan   oleh virus varicella-zoster. Penularan penyakit ini secara aerogen atau lewat perantaraan udara melalui droplet (percikan ludah) dari penderita atau melalui kontak langsung dengan kulit penderita. Orang yang telah terkena cacar air akan mendapatkan kekebalan seumur hidup, namun tidak menutup kemungkinan untuk terkena infeksi varicella kembali walaupun hal ini sangat jarang terjadi. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 10-21 hari setelah kontak dengan orang yang menderita varicella.

 Gejala Pada permulaannya penderita akan merasa demam, lelah, lesu dan lemah, bisa juga muncul nyeri sendi, sakit kepala, dan pusing. Gejala-gejala tersebut khas untuk infeksi virus. Pada anak kadang juga terdapat nyeri perut. Kemudian timbul kemerahan 1-2 hari setelah gejala diatas yang bisa ditemukan disekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Kemerahan ini kemudian berubah menjadi plenting (vesikel) berisi cairan. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika plenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Lain halnya jika plenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Pengobatan

Pengobatan dapat dibagi menjadi 3 yaitu: suportif, terapi antivirus, dan terhadap infeksi sekunder yang terjadi.

Terapi suportif : Gatal yang muncul dapat diatasi dengan kompres dingin dengan shake lotion (bedak kocok) dan mandi secara teratur. Untuk demam dapat diberikan paracetamol. Juga sangat penting bagi penderita untuk beristirahat selama menderita penyakit ini, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan buah-buahan.

Terapi antivirus : Untuk antivirus diberikan aciclovir atau valaciclovir.

Infeksi sekunder : Curiga akan terjadinya infeksi sekunder jika manifestasi sistemik tidak membaik setelah 3-4 hari, demam muncul kembali atau bertambah buruk, atau kondisi penderita secara umum mengalami penurunan kembali setelah ada perbaikan di awal. Termasuk adanya infeksi sekunder apabila plenting yang seharusnya berisi cairan jernih berubah menjadi berisi nanah. Sangat dianjurkan untuk tidak membubuhi plenting maupun keropeng yang ada dengan bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan infeksi misalnya daun binahong ataupun yang lainnya.

Komplikasi

1. Pneumonia, merupakan komplikasi paling serius dari varicella. Gejala-gejala pada saluran pernafasan biasanya muncul pada hari 3-4 setelah munculnya ruam. Pneumonia ini tidak responsif dengan pengobatan menggunakan antivirus dan sering menimbulkan kematian.

2. Infeksi sekunder bakterial, merupakan komplikasi yang paling sering terjadi disebabkan karena kebersihan dari kulit yang kurang sehingga memungkinkan untuk terjadinya infeksi pada bekas luka.

3. Ataxia serebelar merupakan komplikasi neurologis yang paling sering terjadi, insidensinya sekitar 1 kasus per 4000 penderita varicella. Onsetnya cepat sekitar 2-3 minggu setelah onset varicella. Komplikasi neurologis lainnya termasuk aseptik meningitis, meningoencepalitis, myelitis dan polyradiculitis.

4. Herpes zoster dapat muncul berbulan-bulan sampai bertahun-tahun setelah munculnya varicella.

5. Komplikasi lainnya termasuk otitis media, hepatitis, retinitis, glomerulonefritis, myocarditis, orchitis, iritis dan keratitis.

Prognosis

Varicella memiliki prognosis yang baik, tingkat mortalitasnya sekitar 2 kematian per 100.000 kasus.

Pencegahan

Vaksin varicella dikembangkan pertama kali oleh Michiaki Takahashi pada tahun 1974 dari strain Oka. Kekebalan yang didapat dari pemberian vaksin pertama tidak seumur hidup oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi yang kedua 5 tahun setelah pemberian vaksin yang pertama. Direkomendasikan pemberian vaksin pada usia 12-15 bulan dan diulangi pemberiannya pada usia 4-6 tahun. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.

Referensi: www.emedicine.com                                                                                                                                   (AK&KN/igd)

Klinik PKU Jogja

kliniktht

klinikkandungan

klinikmata

ginjal

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini323
mod_vvisit_counterKemarin659
mod_vvisit_counterMinggu ini982
mod_vvisit_counterBulan ini22737
mod_vvisit_counterTotal584631

Site Login