Assalamu'alaikum

Selamat Datang di website RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Website ini memberikan berbagai informasi mengenai RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Informasi tersebut meliputi profil, pelayanan dan fasilitas, jadwal dokter, & juga berita kegiatan dari Rumah Sakit.

Kami terletak hanya sekitar tiga menit dari Malioboro ini berkomitmen untuk menjadi rumah sakit Islam terpercaya di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

iso
kan

Certificate ID08/1167

Ingat 3 J Diet Sehat DM

tamanDiabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah kasus DM di Indonesia yang berada di urutan ke- 4 setelah negara India, China, dan Amerika. Jumlah Diabetesi (penyandang diabetes) di Indonesia sebesar 8,4 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat sampai 21,3 juta orang di tahun 2015. Lebih lanjut dikatakan bahwa 74% dari penderita tersebut tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh fakta, sekitar 75%-80% dari penyandang diabetes melitus meninggal akibat penyakit jantung. Disamping itu penyakit DM dapat mengurangi umur sekitar 12-14 tahun dihitung dari rata-rata usia harapan hidup sebuah kelompok masyarakat (Diabetes Care, 2004).

Sekalipun penyakit DM tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dicegah, dan meskipun sudah terjangkit, masih bisa dikendalikan dengan pola dan gaya hidup tertentu. Kadar gula darah sebagai pemicu utama memburuknya kondisi fisik penderita, masih sangat bisa dikontrol. Salah satu caranya dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat dengan mengendalikan pola makan yang seimbang, peningkatan aktivitas sehari-hari (olah raga), dan menghindari serta mengendalikan stress. Secara spesifik, Diabetesi seharusnya melakukan diet berdasar rekomendasi nutrisionis atau ahli gizi, mengonsumsi obat-obatan dengan pemantauan dokter, olah raga sesuai rekomendasi (tidak over-training), serta rutin mengecek kadar gula darah. Berkumpul dengan sesama Diabetesi juga direkomendasikan untuk menjaga stabilitas emosi, meningkatkan rasa percaya diri, semangat hidup, dan mengelola stress.

Berkait dengan masalah manajemen dan pengelolaan makan yang benar, terdapat 3 Prinsip pengaturan makan pasien Diabetesi yang disebut 3J yaitu;

Tepat J A D W A L

Seorang pasien Diabetes yang disebut dengan Diabetesi sudah seharusnya mempunyai pola dan frekuensi makan yang teratur. Penderita dianjurkan tetap menjaga jadwal makan normal, 3 kali makan utama (makan pagi, makan siang, dan makan malam) disamping itu diantara waktu makan utama tersebut harus disisipi makan selingan 2-3 kali (jam 10.00, jam 16.00, dan jam 21.00). Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batasan normal. Pasien Diabetes tidak dianjurkan untuk menjamak atau merangkap waktu makan atau meninggalkan salah satu waktu makan tersebut. Menjamak atau merangkap jadwal makan akan menyebabkan terganggunya kadar gula darah karena bertumpuknya porsi asupan nutrisi dalam waktu yang bersamaan. Jam waktu makan tetap harus disesuaikan dengan kebiasaan seorang Diabetesi. Apabila seorang diabetes tidak biasa sarapan dapat diganti dengan mengkonsumsi segelas susu khusus diabetes.

Tepat J U M L A H

Jumlah kebutuhan energy yang harus dikonsumsi dalam sehari oleh seorang Diabetesi tidak sama antara satu dengan yang lain. Secara umum nutrisionis atau konsultan gizi akan menghitung dengan detail dan akurat kebutuhan seorang Diabetesi dengan memperhitungkan : tinggi badan dan berat badan, usia, aktifitas, dan status gizi diebetesi (gemuk/kurus/ideal). Jumlah kalori yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut kemudian akan didistribusikan dengan baik dan rata sesuai dengan jadwal makan (3 kali makan utama dan 3 kali makan selingan). Jumlah yang diperoleh harus terdiri dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan atau direkomendasikan oleh nutrisionis. Komposisi maknan yang dianjurkan terdiri dari :

  • 55 ā€“ 65 % karbohidrat
  • 15 ā€“ 20 % protein
  • < 30% lemak
  • Vitamin, serat dan minerl dalam jumlah cukup.

Tepat J E N I S

Pilh jenis makanan sehat dengan komposisi nutrisi seimbang (mengandung nilai GI/ Glycemic Index rendah, protein , lemak baik, dan kaya serat). Terdapat beberapa jenis bahan makanan yang harus diperhatikan oleh seorang Diabetesi. Untuk bahan makanan sumber karbohidrat, seorang penderita dibates dianjurkan untuk memilih sumber karbohidrat komplek seperti serealia, umbi-umbian dan tepung-tepungan. Sedangkan gula pasir, gula jawa, gula aren, dan gula batu (sumber karbohidrat murni) jumlah yang harus dikonsumsi tidak lebih dari 5% dari kebutuhan energy sehari dan dianjurkan untuk tidak dikonsumsi langsung (seperti untuk teh manis). Diabetesi juga dianjurkan untuk mengganti gula biasa dengan gula khusus Diabetes.

Diabetesi juga tidak dianjurkan mengkonsumsi sumber protein hewani jenis makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi seperti usus, babat, daging bergajih, kuning telur, daging bebek, makanan yang diawetkan, minyak goreng, margarine, dan mentega yang berlebihan.

Golongan sayuran sebagai sumber serat pada umumnya semua dapat dikonsumsi maksimal 100 gr/ sekalli makan (1 gelas dalam keadaan matang). Ada beberapa jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak seperti timun, daun selada, lobak, dan sebagainya.

Tidak dianjurkan mengkonsumsi buah-buahan dengan kadar gula yang tinggi seperti anggur, sawo, durian, leci, nangka masak, kelengkeng, terlebih pada saat kadar gula darah sedang tinggi. Sedangkan jenis buah lain dapat dikonsumsi sesuai dengan perhitungan kebutuhan energy sehari.

Untuk bahan makanan lain seperti tape ketan dan singkong, minuman yang mengandung gula murni tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Gaya hidup organik juga sangat direkomendasikan bagi Diabetesi. Untuk ukuran masyarakat Indonesia secara umum dapat dimulai dengan mengkonsumsi jus buah segar untuk pengganti jus buah kemasan atau minuman ringan lainnya. Mengkonsumsi nasi beras merah yang mengandung serat dan anti-oksidan lebih banyak dibandingkan bubur nasi atau nasi putih. Mengkonsumsi roti dari bahan gandum utuh/bekatul sebagai pengganti roti yang terbuat dari terigu. Sebagai selingan berat, ubi ungu adalah pilihan yang cukup baik sebagai pengganti kentang rebus.

3-J di atas adalah sebuah kesatuan konsep tindakan, melaksanakan salah satu atau dua diantaranya dengan meninggalkan yang lain juga tidak akan memberikan kontribusi maksimal untuk menjaga kualitas kesehatan Diabetesi. Ketiga ā€˜Jā€™ tersebut harus dilaksanakan bersamaan dan berkesinambungan tanpa jeda atau terputus. Upaya menjaga kualitas kesehatan Diabetesi akan semakin maksimal dengan melakukan check-up rutin ke pusat-pusat kesehatan terutama untuk mengetahui kadar gula darah, tekanan darah, dan kondisi umum penderita. Kenali gejala khas saat kadar gula darah naik atau turun drastis, setiap keluhan atau kejanggalan kondisi yang dirasakan penderita juga harus segera dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan maksimal. Kombinasi 3-J dan gaya hidup sehat seperti di atas diharapkan akan mampu menghindarkan penderita Dibates dari petaka serangan jantung, stroke, dan penyakit komplikasi lainnya. (Inayah, S.Gz, MSc, adalah kepala unit Gizi RS PKU Unit II Gamping Yogyakarta).

Klinik PKU Jogja

kliniktht

klinikkandungan

klinikstroke

klinikmata

klinikmata

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini20
mod_vvisit_counterKemarin866
mod_vvisit_counterMinggu ini886
mod_vvisit_counterBulan ini10954
mod_vvisit_counterTotal511610

Site Login