Assalamu'alaikum

Selamat Datang di website RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Website ini memberikan berbagai informasi mengenai RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Informasi tersebut meliputi profil, pelayanan dan fasilitas, jadwal dokter, & juga berita kegiatan dari Rumah Sakit.

Kami terletak hanya sekitar tiga menit dari Malioboro ini berkomitmen untuk menjadi rumah sakit Islam terpercaya di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

iso
kan

Certificate ID08/1167

PENATALAKASANAAN ANEMIA PASIEN HEMODIALISIS

Anemia pada pasien cuci darah (hemodialisis) merupakan perihal yang lazim terjadi. Oleh karenanya penatalaksanaan anemia pada pasien gagal ginjal juga sudah lazim ditempuh dan diupayakan. Dengan penatalaksanaan yang baik, maka kondisi anemia akan terkelola secara memadai dan bermanfaat bagi stabilitas kondisi pasien. Demikian inti pokok pemaparan yang disampaikan oleh dr. Heru Prasanto, Sp.PD-KGH saat menyampaikan penjelasan tentang anemia dihadapan duaratusan anggota IKADIA (Ikatan Keluarga Dialisis RS PKU Jogja), Ahad (27/1) yang lalu.

Lebih lanjut dijelaskannya pula, bahwa anemia merupakan perihal yang biasa terjadi pada pasien gagal ginjal. Hal ini dikarenakan produksi eritroprotein oleh ginjal sudah tidak optimal lagi. Eritroprotein merupakan cikal bakal eritrosit (sel darah merah) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dalam darah. Akibatnya suplay darah ke otak juga tidak mencukupi. Akibat berikutnya adalah munculnya gejala yang dirasakan berupa : pucat, lemah, letih, lesu, sesak nafas, mudah capek, bengong, malas, kurang tanggap, dan hal-hal lain yang sejenisnya.

Rendahnya oksigen dalam darah akhirnya juga mempengaruhi kadar hemoglobin (HB) dalam darah. Seharusnya kadar HB yang normal berkisar antara 11 s/d 13. Namun rata-rata yang terjadi pada pasien gagal ginjal hanya berkisar antara 7 s/d 9 saja.

Kondisi di atas mengharuskan dilakukannya penatalaksanaan anemia guna mencegah memburuknya kondisi pasien. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah berupa pemberian suntikan Eritroprotein, atau yang biasa disebut dengan istilah ESA (eritroprotein stimulating agent). Akan tetapi, pemberian suntikan ini juga membutuhkan persyaratan tertentu. Yaitu kadar HB minimal harus di atas angka tujuh. Kadar HB yang kurang dari tujuh seringkali mengakibatkan pemberian suntikan menjadi kurang berarti. Jika demikian maka menaikkan kadar HB harus dilakukan terlebih dahulu. Caranya adalah dengan dengan perbaikan asupan gizi terutama kandungan asam folat dan zat besi yang memadai. Lebih dari itu, alternatif terakhir mendongkrak kadar HB adalah dengan melakukan tranfusi darah. Yaitu memasukkan hemoglobin dari darah pendonor yang sehat serta tinggi kadar HBnya.

Sementara itu, dr. Ahmad Faesol, Sp. Rad, MKes, direktur operasional RS PKU Jogja Unit II yang juga turut hadir menyimak paparan di atas mengajak semua pasien cuci darah untuk tetap semangat dan terus menjalin kebersamaan. ‘’Melalui forum IKADIA ini, semua pasien bisa saling berbagi pengalaman dan saling memberi semangat,’’ begitu kata dokter Faesol dalam sambutannya. Masih menurut dokter Faesol, IKADIA bukan saja singkatan dari Ikatan Keluarga Dialisis RS PKU Jogja tapi juga menjadi kepanjangan yang bermakna : InsyaAlloh Kondisi Anda Dapat Imbalan dari Alloh SWT.

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 wib itu juga diselingi dengan menyanyikan lagu ‘’Jagalah Ginjal’’ dan ‘’Kokehan Ngombe’’ yaitu lagu tentang cara memperhatikan kesehatan ginjal yang aransemennya meniru dari lagu Jagalah hati dan Gambang Suling. Pembagian doorprize juga menjadi acara penutup yang sangat menarik di penghujung penutupan sarasehan rutin per tiga bulanan itu. (Yahya-F).

Klinik PKU Jogja

kliniktht

klinikkandungan

klinikstroke

klinikmata

klinikmata

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini39
mod_vvisit_counterKemarin924
mod_vvisit_counterMinggu ini4056
mod_vvisit_counterBulan ini14124
mod_vvisit_counterTotal514780

Site Login